Polisi itu penyelamat atau Penjahat

Kemarin merupakan hari yang aneh bin ajaib bin mantap bin salabin. hehe

Jam setengah 6an pagi baru memulai untuk tidur stelah seharian gak ada tidur, tapi jam 7pagi ini juga harus kuliah.

Nah dengan memaksakan diri anes berangkat kekampus, eh tapi bari dismpang jalan mau keluar jalan besar langsung dicegat polisi, padahal biasanya polisi itu ada disini hanya untuk menertibkan jalan yang memang pada pagi hari banyak banget lalu lintas yang lewat.
Tidak untuk hari... ya untuk kemarin salah seorang polisi itu memberhentikan saya. dan menanyakan kelengkapan surat-surat motor. surat motor sih lengkap tapi motornya yang kurang lengkap. hehe..

Karena ada bagian dari motor anes yang gak lengkap maka terjadilah pembicaraan yang lumayan memakan waktu cukup lama, padahal saya harus segera nyampe di kampus.
pak polisi

Anes sempat ngeliat jam, eh ternyata jam sudah menunjuk keangka 7:16 WIB. Kemudian saya mulai berpikir, apakah polisi ini akan menyelamatkan saya untuk memberikan saya kesempatan lewat supaya sampai kampus. Tapi keadaan berbeda, sepertinya polisi itu mirip seperti penjahat yang ingin menodong dan ingin mebawa lari anak orang. karena pak polisi itu berkata untuk mengikuti nya.
Namun karena anes dah berniat banget keluar dari kos emang tujuan utama harus kekampus, ya dengan langsung menghidupkan motor sambil berkata ke pak polisi "nanti aja pak saya buru-buru".

Wah sampe dikampus kena sindiran dari dosen, mas kalo dah telat mending gak masuk aja kata dosennya anes nih.. (,")

Setelah kuliah selesai langsung anes menuju ke pos polisi yang tadi sempat diberitahukan pak polisi. Nah sampai di pos polisi lebih aduhai lagi nih cerita, seperti di dramatisir.

"Mas karna motor masnya ada yang tidak lengkap jadi mas nya kena tilang. mas bisa melakukan pembayaran sebesar Rp#^ lewat bank atau bisa dititpkan disini (pos polisi)", kata pak polisi setelah tanpa disilahkan saya duduk disampingnya.

Karena posisi anes lagi nggak nyaman stelah mendengar nilai rupiah yang disebutkan, [padahal kalo dibeli kelengkapan motor itu jumlahnya nggak sampai segitu] maka anes diam aja menunggu respon dari pak polisi itu. Dan saya mulai mengatakan bahwa, pak atas kejadian yang tadi pagi saya minta maaf, dan akan melengkapi kendaraan saya. Tapi apa mau dikata, sang polisi nan tampan dan gagah itu malah menulis sebuah surat yang saya tahu itu untuk surang tilang, dan setelah selesai menulis beliau meninta saya untuk menandatangani. Namun sampai postingan ini dibuat saya belum menandatanganinya.

Saya masih berpikir dan merenungkan apakah Polisi itu seorang penyelamat atau bukan, atau malah dapat dikatakan sebagai seorang penjahat"

Karena dari renungan anes itu muncul sebuah pertanyaan; Apakah tidak ada kata MAAF didalam jiwa seorang polisi?


Tulisan saya ini bukan untuk bermaksud menyinggung siapapun. tapi hanya sebagai batas perenungan saya dan untuk memberikan pemahaman yang lebih kepada saya tentang rotasi kehidupan ini.

Silahkan bagi siapa saja yang bisa ngejawab; "Menurut dari cerita polisi ini dapat disebut sebagai penyelamat atau Penjahat? Terimakasih

Related Reading : 

0 komentar

Post a Comment